Semua orang pasti punya pengalaman baik dan buruk di dalam kehidupan,disini akan saya tulis sebuah kisah seorang teman yang sedang mendapatkan ujian dan caci maki bahkan diasingkan serta selalu diintimidasi karena memperjuangkan hak nya sebagai buruh.temen saya bekerja sudah cukup lama disebuah perusahaan textile,bekerja secara profesional serta disiplin dan bertanggung jawab dengan pekerjaannya,dedikasinya baik dimata perusahaan akan tetapi dia pekerja kontrak.Padahal ada aturan ketenagakerjaan yang ada diindonesia bahwa karyawan kontrak itu bisa dilakukan dan diperbolehkan apabila jenis pekerjaannya bersifat tertentu akan tetapi bila jenis pekerjaannya bersifat terus menerus tidak boleh dikontrakkan dan secara otomatis menjadi karyawan tetap. Bahwa sudah jelas bahwa karyawan kontrak yang ada di perusahaan bersifat terus menerus dan berkaitan dengan produksi,ini yang sedang menjadi persoalan bagi pekerja baik secara regional bahkan dunia. Pada kesempatan ini ada persoalan teman saya mengalami nya,ia sudah lima tahun bekerja dengan dedikasi kerja yang baik ,tidak ada perhatian untuk diangkat menjadi pegawai tetap bahkan diputus kontrak nya begitu saja.Pada saat itu lah dia berpikir kenapa kok sampai segitu nya perusahaan memutus dengan alasan kondisi perusahaan lagi menurun,dengan melakukan upaya komunikasi yang intens dengan perusahaan kenapa ini kata teman saya.respon perusahaan justru berubah akan dibuat sistem baru yang tidak sesuai dengan aturan ketenagakerjaan.temen saya terhentak merasa dibohongi akhirnya teman saya menolak pemutusan dengan perusahaan dan melaporkan ke pihak terkait yang membidangi ketenagakerjaan ,disitu lah kasus berjalan sudah sampai enam bulan ini berjalan pihak pemerintah berupaya mendesak agar segera diselesaikan akan tetapi respon perusahaan belum ada titik kejelasan sampai sekarang.Pada suatu hari teman saya mendapatkan sms dan telpon dari nmr tak dikenal yang intinya untuk menuruti perintah perusahaan agar menerima,ini bagian intervensi serta memprovokasi lingkungan masyarakat bahkan keluarga untuk membenci,akan tetapi teman saya kekeh apapun resiko yang dihadapi adalah konsekuensi sebuah perjuangan walau kondisi dibenci dan diejek,teman saya bilang itu bagian posisi tawar yang tinggi sehingga perusahaan takut menghadapi karyawan yang berani melawan ketidak adilan. Inipun masih diproses kasusnya hanya dengan usaha dan berdoa untuk sebuah perjuangan demi tegaknya kebenaran...
No comments:
Post a Comment